Facebook Instagram
  • About Us
    • About & History
    • Executive Board
    • Member
  • Event
    • INAFAS Event
    • Other Event
  • Our Publication
    • Ankle
    • Hindfoot
    • Midfoot
    • Forefoot
    • Basic Sciences
    • Miscellaneuos
  • News
  • Gallery
  • My account
Membership Information
Rp0,00 0 Cart
  • Home
  • About Us
    • About Us & History
    • Executive Board
    • Member
  • Event
    • INAFAS Event
    • Other Event
  • Our Publication
    • Ankle
    • Hindfoot
    • Midfoot
    • Forefoot
    • Basic Sciences
    • Miscellaneuos
  • News
  • Gallery
  • Home
  • About Us
    • About Us & History
    • Executive Board
    • Member
  • Event
    • INAFAS Event
    • Other Event
  • Our Publication
    • Ankle
    • Hindfoot
    • Midfoot
    • Forefoot
    • Basic Sciences
    • Miscellaneuos
  • News
  • Gallery

Kondisi seperti Ini Membuat Kaki Penderita Diabetes Harus Diamputasi

  • November 13, 2023
  • admin

TINGKATAN luka kaki pada penderita diabetes sangat beragam , jika tidak segera mendapatkan penanganan maka bukan tidak mungkin akan menjadi semakin parah. Langkah akhir yang harus ditempuh adalah amputasi. Kenali ciri luka kaki yang sudah harus diamputasi.

Setiap orang pastinya tidak ingin kehilangan anggota tubuhnya, termasuk si pengidap diabetes dengan luka kaki yang cukup parah. Amputasi adalah langkah akhir ketika pengobatan yang dilakukan sudah tidak bisa lagi menolong.

Dikatakan dr. Ihsan Oesman, Sp. OT (K) amputasi harus dilakukan untuk beberapa kondisi, khususnya bagi yang lukanya sangat parah dan luas. “Amputasi itu mutlak dilakukan kalau mengancam jiwa, infeksinya sudah luas,organ kaki juga sudah tidak ada fungsinya dan dikhawatirkan toksinnya menyebar ke atas,” kata dr. Ihsan.

Dokter spesialis ortopedi ini juga menyarankan pasien untuk amputasi jika ingin pengobatannya berjalan dengan cepat. “Ada pasien yang sudah parah lukanya dan mau pengobatannya cepat, caranya ya amputasi lalu pakai kaki palsu,” lanjutnya.

Kendati demikian meskipun sudah diamputasi, penyakit ini tidak akan berhenti sampai situ. Bisa saja selnya naik dan menjalar ke bagian lainnya. “Diabetes tidak akan berhenti, misal tiga bulan baikan dan enggak kontrol, ini bisa saja selanjutnya kambuh. Jadi meskipun sudah amputasi harus cek tiga bulan sekali minimal,” pungkas dr. Ihsan.

 

Source : https://health.okezone.com/read/2017/04/07/481/1661298/kondisi-seperti-ini-membuat-kaki-penderita-diabetes-harus-diamputasi

Berita Lainnya

  • November 13, 2023
  • admin

Kerap Dialami Pemakai Sepatu Lari Carbon Plate, Apa Itu Bone Stress Injury?

Jakarta – Tren sepatu lari dengan fitur carbon plate belakangan tengah mendapat sorotan. Di balik desainnya yang kece abis, sepatu

  • November 13, 2023
  • admin

Cedera Achilles Rupture Tendon, Bisakah Kembali Pulih?

Jakarta – Dengan hormat Dr Andri Primadhani SPOT. Tanggal 17 Jan 2016 yang lalu saya mengalami cedera pada saat berolahraga

  • November 13, 2023
  • admin

Tak Cuma di Paru, Kuman TB Juga Bisa ‘Bersarang’ di Tulang

Jakarta – Tuberculosis alias TB nyatanya tidak hanya terjadi di sistem pernapasan saja seperti pada umumnya. Sebab, TB pun bisa

Indonesian Foot and Ankle Society

Secretariat address :
Department of Orthopaedics and Traumatology, Hasan Sadikin Hospital Jalan Pasteur 38, Bandung, Indonesia 40161

Email :
inafas.official@gmail.com

Information

  • Home
  • About Us
  • Event
  • Our Publication
  • Home
  • About Us
  • Event
  • Our Publication

Events

  • INAFAS Event
  • Other Event
  • INAFAS Event
  • Other Event

Let's get connected

@inafas.id

Inafas ID

© INAFAS 2023
Developed by tokoweb.co