Jakarta - Tuberculosis alias TB nyatanya tidak hanya terjadi di sistem pernapasan saja seperti pada umumnya. Sebab, TB pun bisa dialami bagian tubuh lain yakni tulang.
dr Andri Primadhi SpOT dari RS Hasan Sadikin Bandung mengatakan TB bisa pula mengenai tulang, tidak hanya tulang-tulang panjang tetapi juga tulang belakang. Kuman penyebabnya sama dengan TB paru. Lantas, mengapa TB juga dapat bersarang di tulang?
"Karena mengikuti aliran darah dari fokus infeksi utamanya yaitu paru. Apalagi pada orang yang daya tahan tubuhnya berkurang, membuatnya lebih mudah untuk menyebar dan berkembang di tulang," tutur dr Andri dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (5/5/2015).
Lebih lanjut, dr Andri mengungkapkan gejala awal dari TB tulang biasanya nyeri. Apabila mengenai tulang belakang, pasien akan merasa nyeri bila membungkuk. Misalkan saja pada anak kecil, bila mengambil barang di lantai tidak akan membungkuk melainkan ia akan berjongkok. Jika kondisi ini dibiarkan, bisa timbul pengumpulan abses atau nanah yang dapat meluas sampai menembus kulit.
"Apabila terjadi di tulang belakang, abses dapat menekan saraf tulang belakang sehingga menimbulkan gangguan mulai dari yang ringan sampai yang berat menyebabkan lumpuh," lanjut dr Andri.
Nah, untuk pengobatan, pada dasarnya penatalaksanaan pasien dikatakan dr Andri sama dengan TB paru, di mana pasien harus meminum obat setiap hari dalam jangka waktu lama. Namun, umumnya TB tulang memerlukan waktu pengobatan yang lebih lama dibandingkan TB paru.
Gejala lokal seperti pengumpulan abses, destruksi tulang belakang, atau penekanan saraf, bisa aja membutuhkan penanganan operasi. Lalu, orang seperti apa yang rentan terkena TB tulang?
"TB tulang rentan terjadi pada orang yang daya tahan tubuhnya rendah, gizi kurang, dan akibat penyakit kronis yang melemahkan daya tahan tubuh," kata dr Andri.
"Kalau TB tukang tidak ditangani, dapat merusak struktur jaringan lokalnya, misalnya destruksi tulang, fraktur patologis, atau penekanan jaringan lain di sekitarnya seperti saraf, otot, dan pembuluh darah," pungkas dr Andri.